Direct English is a complete
English language training system.

« Back to news

Monday, 7 March 2016

ASEAN Economic Communitty/Masyarakat Ekonomi ASEAN


Monday, 7 March 2016

ASEAN Economic Communitty/Masyarakat Ekonomi ASEAN

Asean Economic Community atau komunitas ekonomi Asean, apa yah kira-kira? Mungkin yang terlintas dipikiran banyak orang adalah kerjasama ekonomi di kalangan ASEAN, lho bukannya selama ini memang sudah ada kerjasama ekonomi dengan ASEAN?. Benar sekali, namun cakupan kerjasama tersebut masih dalam ruang lingkup yang terbatas. ASEAN Economic Community atau AEC lebih tepatnya menurut asean.org merupakan integrasi ekonomi regional ASEAN yang akan dilaksanakan pada tahun 2015. Apa itu integrasi ekonomi? Mungkin kebanyakan orang jelas familiar dengan Uni Eropa.


Ya, Uni Eropa merupakan contoh konkret integrasi ekonomi kawasan regional, namun tentu saja AEC dan Uni Eropa berbeda menurut menteri perekonomian hatta rajasa yang dikutip dari sindonews:


“ASEAN ini dengan AEC adalah sebuah komunitas tapi bukan menjadi sebuah komunitas yang lepas, tapi komunitas yang terstruktur karena ada aturan yang mengikat kita secara internal. Nah, itulah yang membedakan kita dengan Union seperti Uni Eropa, ujarnya di hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis (18/4/2013).


Dengan kata lain AEC adalah struktur yang berbentuk komunitas. AEC dibentuk Setelah krisis ekonomi yang melanda khususnya kawasan Asia tenggara, para kepala Negara Asean pada KTT Asean ke-9 di Bali, Indonesia tahun 2003, menyepakati pembentukan komunitas ASEAN dalam bidang keamanan politik (ASEAN Political-Security Community), Ekonomi (ASEAN Economic Community), dan Sosial Budaya (ASEAN Socio-Culture Community) di kenal dengan Bali Concord II. Untuk pembentukan ASEAN Economic Community (AEC) pada tahun 2015, ASEAN menyepakati perwujudannya diarahkan pada integrasi ekonomi kawasan yang implementasinya mengacu pada Asean Economic Community (AEC) Blueprint.Terbentuknya Komunitas Ekonomi ASEAN diharapkan akan bisa mengatasi masalah-masalah dalam bidang perekonomian antar negara ASEAN. Jangan sampai kasus krisis ekonomi seperti di Indonesia pada tahun 1997 dulu terulang kembali. Blue print AEC tersebut memiliki 4 karakteristik yakni:

“(a) a single market and production base, (b) a highly competitive economic region, (c) a region of equitable economic development, and (d) a region fully integrated into the global economy”


Dari karakteristik tersebut dapat disimpulkan bahwa apabila kita pelaku usaha, maka kita akan mendapatkan pesaing dari 9 negara lain, namun apabila kita konsumen maka kita akan terpuaskan dengan pilihan barang yang beragam dari 9 negara lain. Dengan terciptanya AEC inilah, pelaku usaha di Negara ASEAN mendapatkan tantangan baru untuk meningkatkan kualitas serta harga yang terjangkau sehingga dapat bersaing dengan produk Negara-negara ASEAN lainnya.


Nah, sebagai anak muda tentu kita memegang peran penting di AEC ini, bagaimana caranya agar AEC ini menjadi sebuah peluang besar bagi Indonesia untuk memajukan bidang ekonomi, mengingat Indonesia menyumbang 40% dari total penduduk ASEAN, letak geografis, serta luas wilayah tentu akan sangat menguntungkan apabila dimanfaatkan dengan baik. Namun apabila diabaikan, Indonesia dengan adanya AEC ini akan terus menerus menkonsumsi, maka apa yang harus dilakukan?


Pertama, tentu mengasah diri dengan kemampuan yang lebih baik dan memiliki daya saing, kedua mengurangi sifat konsumerisme, bangga terhadap produk sendiri dan yang terakhir adalah jadilah pelaku usaha. Agar dengan adanya AEC bukan hanya Sembilan Negara yang membanjiri pasar Indonesia, namun produk dari Indonesia pun dapat Berjaya di kesembilan Negara tersebut.



Ingin mendapatkan merchendise dan promo menarik dari DE

Hubungi
(021) 570 2254
info@directenglishindonesia.com

www.directenglishindonesia.com

 

« Back to news

Share to Google Plus Share to Twitter Sahere to Google Plus